Muhammad Rafik Minta Maaf kepada KH. Ma'ruf Amin Terkait Islam Nusantara

Setelah potongan video Ketua Ikatan Pemuda Pemudi Minang Indonesia (IPPMI) Muhammad Rafik meminta maaf kepada KH. Ma'ruf Amin secara langsung di hadapannya beredar di internet, IPPMI menyatakan tidak akan terlibat dalam politik praktis di Pemilihan Umum Presiden 2019 nanti.

Di dalam video itu, Muhammad Rafik telah meminta maaf karena ada pernyataan yang mengatasnamakan Pemuda Pemudi Minang yang menolak gagasan Islam Nusantara dan menyerang KH. Ma'ruf Amin terkait Islam Nusantara. Dan, Muhammad Rafik mengaku sangat setuju dengan gagasan Islam Nusantara yang selama ini didengungkan oleh KH. Ma'ruf Amin.

Apakah Islam Nusantara Harus Diwaspadai ?

Tak perlu berlebihan menanggapi Islam Nusantara. Islam Nusantara cuma bungkus atau slogan seperti halnya Muhammadiyah dengan Islam Berkemajuan-nya. Tak perlu risau dengan Islam Nusantara, karena Islam Nusantara bukanlah aliran baru dan bukan juga agama baru. Islam Nusantara tak membuat aqidah baru maupun ibadah baru. Ibadahnya Islam Nusantara sama persis dengan ibadahnya masyarakat Islam dimana pun, yaitu sholat 5 kali dalam sehari. Tak perlu risau dan tak perlu bimbang, Islam Nusantara tidak membenci bangsa Arab dan juga tidak membenci perbedaan, apalagi menusantarakan Islam, tidak, tidak sama sekali. Islam Nusantara itu ingin menunjukkan identitas kebudayaan di dalam Islam, tidak menusantarakan Islam, apalagi mau mengubah Islam, tidak, tidak sama sekali.

Banyak Yang Salah Tafsir Tentang Islam Nusantara, Apakah Itu Termasuk Anda?

Islam Nusantara yaitu ya sejatinya Islam itu sendiri, akan tetapi dipengaruhi oleh wilayah dan budaya setempat. Jadi Islam di Indonesia itu sangat berbeda dengan Islam di Arab itu sendiri, walaupun Islam datang melalui wilayah Arab. Islam Nusantara itu hanya bungkus atau kemasan saja. Nahdlatul Ulama yang lahir di Indonesia memaknai Islamnya dengan sebutan Islam Nusantara yang tentunya isinya yaitu Islam Ahlussunah wal jamaah atau disebut juga Aswaja. Dan tentunya, di Muhammadiyah sendiri memaknai atau menyebutkannya yaitu Islam Berkemajuan. Karena semua itu hanya bungkus, bukan aliran baru atau ajaran yang menyesatkan. Secara ibadah mahdhah sama dengan yang lainnya, bacaan sholat, haji, dan lain-lainnya sama.

Berita tentang Islam Nusantara di media sosial sering kali disalah-pahamkan, entah itu secara sengaja ataupun tidak sengaja. Dikatakan bahwa Islam Nusantara itu kalau takbir memakai bahasa daerah, atau mungkin kalau dikafankan tidak memakai kain putih tetapi memakai batik. Itu semuanya salah, bahwa Islam Nusantara itu sama dengan Islam sejatinya yang dibawah oleh Nabi Muhammad SAW, akan tetapi secara kebudayaan dan wilayahnya Islam dipengaruhinya. Bukan untuk mengganti ajaran, apalagi menjadi agama baru, itu semua adalah salah besar.